Mengenal SIM Swapping Dan Cara Kerjanya

Karena beberapa bulan belakangan telah terjadi 2 kasus yang terindikasi menggunakan teknik SIM Swapping, maka terbitlah artikel ini.

Pertama adalah kasus pembobolan rekening milik wartawan senior yang mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

Dan kedua adalah kasus peretasan akun Whatsapp milik aktivis muda yang digunakan untuk menyebar pesan provokatif.

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas bagaimana SIM Swapping bisa terjadi dan bagaimana caranya.

Bagaimana SIM Swapping Bisa Terjadi?

Sebenarnya, kegiatan untuk menduplikasi kartu SIM memang memungkinkan, dan ini bisa dilakukan siapa saja asal memenuhi syarat. Saya ingin sedikit bercerita pengalaman saya menduplikasi kartu SIM.

Saya pengguna Telkomsel, karena suatu hal saya diharuskan untuk mengganti kartu SIM lama milik saya dengan yang baru. Setelah sampai gerai terdekat, saya menyampaikan niat untuk mengganti kartu SIM lama saya, disinilah proses verifikasi data dilakukan.

Customer Service akan menanyakan beberapa hal, seperti

  • Kapan terakhir kali melakukan pengisian ulang pulsa?
  • Berapa besarnya?
  • Beli di mana?
  • Paket apa yang sedang anda gunakan?
  • Sebutkan 3 nomor terakhir yang sering dihubungi.

Tentu saja tidak akan sama persis, tetapi kurang lebih akan seperti diatas.

Selain itu kita akan dimintai data diri seperti KTP / SIM (Surat Izin Mengemudi), Buku Tabungan jika nomor kira terhubung ke layanan perbankan, dan kartu SIM lama.

Jika menurut CS data kita sesuai, maka kartu SIM lama kamu akan diminta dan akan dilakukan proses duplikasi serta aktivasi kartu SIM baru.

Oh, satu lagi. Jangan kaget kalau CS meminta untuk mengambil gambar muka kita, tujuannya tentu saja untuk jaga-jaga kalau ada orang tidak dikenal melakukan swapping kartu SIM milik kita.

Diatas adalah bagaimana cara untuk menduplikasi kartu SIM secara legal oleh orang yang benar-benar mempunyai hak atas kartu SIM miliknya.

Bagaimana jika yang melakukan diatas adalah orang lain? Peretasan bisa saja terjadi mulai dari akun media sosial sampai akun perbankan, semua yang terhubung dengan nomor kita akan menjadi rentan untuk diambil alih secara tidak sah.

Baca juga artikel dibawah ini:

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments